Video Game Pertama di Dunia

Video Game Pertama di Dunia

Video game, adalah jenis permainan yang membutuhkan perangkat input sebagai alat interaksi dengan sistem, kemudian hasilnya ditampilkan dalam bentuk gambar. Kamu sebagai gamer pastinya sudah tidak asing lagi dengan jenis permainan ini, tapi taukah kamu video game pertama yang ada?

Pada tahun 1947, Thomas T. Goldsmith, Jr dan Estle Ray Mann menciptakan sebuah alat bernama cathode-ray tube amusement device. Perangkat ini terdiri dari sebuah tabung sinar katoda yang terhubung dengan osiloskop dan satu set tombol. Perangkat ini masih sepenuhnya memanfaatkan elemen mekanik tanpa sedikitpun elemen digital di dalamnya, sehingga banyak yang menilai bahwa alat ini belum layak disebut sebagai sebuah video game. Sejak kemunculan perangkat ini para peneliti mulai mempertimbangkan perangkat elektronik sebagai alat hiburan di masa depan.

Bertie the Brain, muncul pada tahun 1950 pada pameran Canadian National Exhibition. Alat yang dibuat oleh Dr. Josef Kates di Toronto ini memiliki tinggi lebih dari 4 meter. Di Bertie the Brain, pemain dihadapkan pada sebuah layar yang menampilkan papan permainan Tic-Tac-Toe melawan komputer (AI). Sayangnya, Bertie the Brain hanyalah sebuah alat peraga teknologi yang dipamerkan Rogers Vacuum Tube Company, alat ini kemudian dibongkar ketika pameran berakhir.

Video Game Pertama di Dunia

Video Game Pertama di Dunia

1958, ahli fisika bernama William Higinbotham menciptakan perangkat hiburan bernama Tennis for Two. Tennis for Two merupakan sebuah perangkat yang memungkinkan pemain melawan pemain lainnya dalam sebuah game simulasi tenis. Perangkat ini menarik banyak minat dari pengunjung pameran Brookhaven National Laboratory, terutama pengunjung dari sekolah menengah. Satu tahun kemudian, Tennis for Two kembali dipamerkan namun dengan layar osiloskop yang lebih besar. Sayangnya, Tennis for Two juga bernasib sama seperti Bernie the Train yang hanya digunakan sebagai objek pameran kemudian dibongkar setelahnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi komputer, ukuran komputer menjadi semakin kecil dengan performa yang lebih baik, hal ini memungkinkan banyak pihak untuk bereksperimen atau melakukan hal lain di luar urusan akademis.

Spacewar, mulai dikembangkan oleh Steve Russell dan rekan-rekannyanya di club Tech Model Railroad, MIT pada tahun 1961 di platform PDP-1. Spacewar dimainkan oleh dua orang yang sebagai pilot luar angkasa. Tujuan dari game ini sederhana yaitu mengharuskan pemain untuk menghancurkan pemain lawan sambil menghindari tarikan gravitasi dari bintang yang ada di tengah layar. Pemain dapat menembakan torpedo dengan menekan tombol di kontroler yang disediakan.
Kabar pengembangan ini terdengar ke pihak pihak lain di MIT dan beberapa lembaga lain di luar MIT. Melalui bantuan dari berbagai pihak, Spacewar berhasil dirampungkan pada April 1962 dan didemonstrasikan pada MIT Science Open House di bulan Mei. Demonstrasi ini berjalan sangat sukses, banyak pihak menyukai game ini dan saking populernya Spacewar, pihak MIT melarang Spacewar untuk dimainkan diluar waktu istirahat dan jam kerja.

Beberapa tahun kemudian, Steve Rusell dan tim pengembang lainnya menyelesaikan program studi di MIT, kemudian berpencar ke beberapa institusi dan perusahan lain. Mereka membawa Spacewar ke tempat baru mereka dan banyak diantaranya membuat varian lain dari Spacewar dengan menambahkan elemenĀ  seperti pesawat dan senjata baru serta fitur lainnya. Popularitas Spacewar dan variannya semakin meluas, bahkan Digital Equipment Corporation sebagai produsen PDP-1, menggunakan Spacewar sebagai program untuk menguji sistem PDP-1 produksinya sebelum dikirim ke konsumen. Dari popularitas dan persebaran inilah yang membuat beberapa pihak menilai Spacewar layak disebut sebagai video game pertama di dunia, berbeda dari beberapa pendahulunya yang hanya digunakan sebagai alat demonstrasi teknologi dan berumur pendek.

Video game komersial belum tercipta sampai pada tahun 1972 ketika Magnavox merilis Magnavox Oddysey sebagai konsol video game pertama di dunia. Konsol yang awalnya bernama Brown Box ini dikembangkan oleh Ralph H. Baer bersama rekan-rekannya dari Sanders Associates. Konsol ini berukuran kecil, berbeda dari perangkat hiburan sebelumnya yang berukuran sangat besar, sehingga memungkinkan konsol ini untuk didistribusikan ke rumah-rumah dengan harga yang lebih terjangkau. Dari konsol inilah awal mula berkembangnya video game komersil seperti yang kita ketahui saat ini, terdapat total 28 judul game yang dapat dimainkan di Magnavox Oddysey.
Dijual dengan harga $99 (setara ~$550 dengan nilai uang pada tahun 2015), Magnavox Oddysey mencapai kesuksesan dengan total penjualan lebih dari 350 ribu unit. Atas kesuksesan ini, Ralph H. Baer disebut sebagai Bapak dari Video game.

Magnavox Odyssey

Magnavox Odyssey

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *